Selasa, 02 Februari 2010

si pesek berkata ..

mereka mulai bicara..
mulai sering bicara bercomel riang.
sipesek mendengus terkikik.

mereka mulai didengar..
walau parau,
putri malu mulai mekar perlahan .

batin nya kini berani gunakan pengeras suara
dendangkan lagu cengeng, metal, atau melayu.

walau kaku .
mereka mulai terbuka, dan mulai angkat bicara..
akan nasib si hidung pesek .

paling tidak mereka mengerti .
paling tidak mereka mau, dan rela .
walau canggung merajalela.

serukan takbir demokrasi diantaranya .
perlahan, berhenti, dan boleh jalan lagi ..
kalau takut, pejamkan sejenak mata mu.
ingat mereka yang panggul hidupmu dengan peluh, hampir lumpuh.

jejalkan senyum dalam sesak yang terpaksa .
yahh .. tapi itulah kisah si hidung pesek .

terlalu takut menapakan jempolnya .
takut menginjak beling,katanya ..
karena ia sebenarnya siluman ayam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar